Apakah Keseringan Duduk dapat Mengakibatkan Saraf Kejepit?

Kesehatan —Rabu, 29 Nov 2023 16:45
    Bagikan  
Apakah Keseringan Duduk dapat Mengakibatkan Saraf Kejepit?
pinterest:dik

DEPOSTBALI-, Duduk dalam waktu yang lama sangat tidak dianjurkan. Pasalnya tindakan ini dapat berdampak buruk bagi saraf dan menyebabkan penyakit komplikasi.
Jika anda sering menghabiskan waktu sambil duduk, anda harus segara menghindarinya, terlalu lama duduk menyebabkan seseorang cenderung memiliki postur tubuh yang buruk.
Hal ini dapat terjadi secara sadar saat otot yang melemah tidak memberikan dukungan yang cukup untuk tulang belakang kemudia terjadi penjepitan saraf. Kebanyakan saraf terjepit dirasakan di punggung bawah akibat saraf scatic.
Nyeri juga dapat diarasakan dileher,kaki,atau pergelangan tangan, tergantung cara anda duduk. Anda mungkin merasakan sensasi kesemutan atau terbakar akibat saraf terjepit yang membuar gejala meuropati anda semakin parah.
Seiring waktu gejala-gejala ini dapat menyebabkan kondisi kronis tang lebih serius, termasuk diabetes, obesitas, penyakit jantung dan bahkan kanker tertentu termasuk kanker ovarium, kolorektal dan edometrium

Baca juga: 4 Perawatan Bibir yang Bisa Kamu Coba Lakukan di Rumah


Dengan ini terlalu duduk lama dapat menyebabkan beberapa kondisi, diantara lainnya :
. sakit lutut
Saat anda duduk, lutut ditekuk dan mempertahankan posisi tersbut dalam waktu lama dapat menyebabkan ketegangan pada otot-otot di sekitar dan penyangga lutut. Stress berkepanjangan tersebut dapat melemahkan oto sehingga menyebabkan ketidakstabilan sendi dan nyeri.
. sakit punggung
Postur tubuh yang buruk saat duduk dalam waktu singkat sekalipun dapat menyebabkan ketegangan pada otot dan ligament di punggung bawah. Namun bila melakukannya dalam waktu lama. Hal ini dapat berdampak pada cakram dan tulang belakang yang dapat menyebabkan saraf terjepit atau herniasi cakram.
. nyeri pinggul dan kaki
Duduk terlalu lama dapat memberikan tekanan pada saraf skiatik, yang bertanggung jawab atas pergerakan dan sensasi di tubuh bagian bawah. Sering waktu, tekanan tersebut dapat mengiritasi saraf, menyebabkan nyeri pada kaki dan pinggul. (wdyqrrtlan)

Baca juga: 7 Negara dengan Hutan Terbesar di Dunia, Indonesia Salah Satunya?

Editor: Widya
    Bagikan  

Berita Terkait