Jumlah Pemudik Secara Nasional Diprediksi Mencapai 85,5 Juta Orang

Hiburan —Kamis, 28 Apr 2022 11:13
    Bagikan  
Jumlah Pemudik Secara Nasional Diprediksi Mencapai 85,5 Juta Orang
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum saat mendampingi Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dan Menteri Perhubungan RI.* (FOTO: Biro Adpim Jabar)

DEPOSTBALI (KOTA CIMAHI),- Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dan Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi mengingatkan ada empat hal yang perlu diperhatikan pemda untuk mengantisipasi mudik. Pertama, tata kelola lalu lintas dan ketersediaan BBM. Kedua, antisipasi COVID-19 dan vaksinasi. Ketiga, ketersediaan bahan pokok dan bantuan sosial tersalurkan ke masyarakat. Keempat, antisipasi bencana serta edukasi mudik dengan aman.

Menko PMK Muhadjir Effendy menilai Jabar di empat poin itu telah siap.

"Keempatnya sudah ditangani dengan baik di Provinsi Jabar ini, dari semua aspek tadi sudah diperhatikan dan ditangani dengan sangat baik.  Saya apresiasi karena Jabar siap menyongsong, menyukseskan mudik tahun 2022," tutur Muhadjir.

Muhadjir berpesan agar masyarakat waspada selama mudik. Selalu menjaga kesehatan dengan menjalankan protokol kesehatan.

Sementara Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengingatkan Jabar bakal menjadi daerah perlintasan pemudik terutama Karawang, Subang, Indramayu, dan Cirebon. Menhub mendorong para Kapolres di wilayah yang diprediksi jadi lintasan mudik agar menyiapkan antisipasi atas kemungkinan lonjakan.

"Jabar akan dilintasi oleh pergerakan yang signifikan di tengah keinginan mudik 85 juta warga se- Indonesia, jalur yang dilalui Jabar termasuk yang paling tinggi," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum juga meminta perusahaan agar segera mencairkan tunjangan hari raya bagi karyawan agar masyarakat kalangan pekerja dapat mudik lebih cepat. Harapannya beban puncak arus mudik menjadi lebih ringan. Puncak arus mudik di Jabar diprediksi akan terjadi 29-30 April 2022. 

"Kemarin saya bertemu dengan beberapa perusahaan untuk segera memberikan THR lebih awal, dengan begitu pekerja bisa pulang (baca: mudik) lebih awal sesuai anjuran Presiden Jokowi," ujar Uu Ruzhanul Ulum di Ruang Rapat Utama Plaza Tol Pasteur, Kota Cimahi, Sabtu (23/04/2022).

Jawa Barat sebagai provinsi dengan jumlah pekerja terbanyak memiliki peran penting dalam mengurangi beban mudik. Dengan pemberian THR tepat waktu, maksimal H-7 maka pekerja dapat mudik pada hari libur yang telah ditetapkan perusahaan.

Baca juga: Penyelenggaraan BUBOS6, Pemprov Jabar Gandeng 6 Provinsi Lain

Baca juga: Imunisasi Bisa Menyelamatkan Lebih Dari 32 Juta Jiwa

Baca juga: “Pengabdi Setan 2: Communion”, Penuh Teror Menegangkan

Baca juga: Sinopsis “The Doll 3”, Segera Tayang di Bulan Mei

"Jabar buruhnya sangat banyak karena memang pabriknya pun banyak," tambah Pak Uu.

Selain industri, sektor lain yang dapat mengurangi beban mudik adalah pendidikan seperti pondok pesantren dan lembaga pendidikan berbasis asrama lainnya. Manajemen kepulangan santri atau siswa harus betul - betul dipikirkan.  Kepada pesantren, Panglima Santri Jabar telah meminta pihak pondok meliburkan santrinya sebelum H-10 Lebaran atau pada tanggal 15 Ramadan.

"Saya juga imbau tanggal 15 Ramadhan kemarin, santri untuk segera diliburkan. Karena memang di Jabar ada sekitar 15 ribu pondok pesantren, dan (kurang lebih) 4,8 juta santri, itupun kami mengimbau dan sudah dilaksanakan," kata Pak Uu.

Terkait kesiapan infrastruktur, Pak Uu menuturkan bahwa pihaknya telah melakukan sejumlah perbaikan. Mulai dari penambalan ruas jalan yang berlubang, hingga memperbaiki fasilitas pendukung lainnya. Termasuk jalur selatan yang sudah 'mulus' dan siap dilintasi kendaraan. Lonjakan pengunjung pada destinasi wisata pun telah diantisipasi bersama pemkab/kota.

Warga lapor bila ada pungli lebaran

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengimbau warga yang menjadi korban atau mengetahui adanya praktik pungutan liar THR lebaran agar segera melaporkan ke Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Jabar. Metode pelaporan yang paling cepat adalah melalui aplikasi Siberli atau Sistem Informasi Sapu Bersih Pungli.

"Yang terdekat kalau masyarakat kena pungli THR menjelang lebaran segera lapor tim Saber Pungli Jabar, bisa melalui aplikasi Siberli," ucap Kang Emil usai mengukuhkan kepengurusan Saber Pungli Jabar, di Gedung Sate Bandung, Selasa (19/04/2022).

Kang Emil memastikan Saber Pungli Jabar akan langsung bergerak cepat menindaklanjuti laporan warga. Biasanya pungli THR lebaran dilakukan oleh segelintir oknum yang melakukan tugas tidak dengan semestinya.

Tim Saber Pungli Jabar yang baru dikukuhkan terdiri dari unsur Polri, Pemda Provinsi Jabar, Kejati, Kodam III/ Siliwangi, Kanwil Kemenkumham Jabar, BIN Daerah Jabar, perguruan tinggi, hingga unsur masyarakat.  Tim ini rata-rata per tahun berhasil menyelesaikan kasus pungli sebanyak 6.500 kasus.

Tak hanya penindakan, Saber Pungli Jabar juga aktif melakukan upaya pencegahan dengan inovasi yang berbuah penghargaan nasional sebagai unit penanggulangan Pungli terbaik di Indonesia.  Adapun laporan kasus Pungli terbanyak ada di sektor pendidikan. Kasusnya bisa sampai ke perkara pidana maupun sanksi kepegawaian sesuai level permasalahan.

"6.500 kasus per tahun ini paling banyak di sektor pendidikan ada yang jadi perkara ke APH (aparat penegak hukum) tapi mayoritas diberi sanksi kepegawaian sesuai level permasalahan," tuturnya.

Baca juga: Imunisasi Bisa Menyelamatkan Lebih Dari 32 Juta Jiwa

Baca juga: Imunisasi Bisa Menyelamatkan Lebih Dari 32 Juta Jiwa

Dishub prediksi puncak arus mudik 29-30 April

Dinas Perhubungan Jawa Barat memprediksi puncak mudik akan terjadi pada tanggal 29 dan 30 April.  Sementara untuk puncak arus balik diperkirakan akan terjadi pada 8 Mei 2022. Diperkirakan lonjakan kendaraan akan terjadi pada pukul 07.00 - 09.00 WIB.  Jumlah pemudik pada momen Idul Fitri tahun 1443 H/2022 secara nasional diprediksi mencapai 85,5 juta orang.

Dari jumlah itu, sekitar 14,9 juta orang pemudik akan masuk atau bertujuan ke wilayah Jawa Barat (Jabar) di luar wilayah Bogor, Depok dan Bekasi (Bodebek), atau sekitar 17,2 persen dari total pemudik.  Sementara pemudik yang akan masuk wilayah Jakarta plus Bodebek akan mencapai 5,9 juta orang atau sekitar 7,0 persen.  Kemudian, tujuan pemudik terbanyak masih ke wilayah Jateng dengan perkiraan mencapai 27,5 persen atau sekitar 23,5 juta orang, Jatim 16,8 juta orang atau 19,6 persen.

Dinas Perhubungan Jabar sendiri memperkirakan warga Jabar yang akan keluar pada momen Idul Fitri tahun ini akan mencapai 9,2 juta orang. Sementara Jakarta plus Bodebek mencapai 14 juta orang.

"Pemudik yang akan melintas Jabar diperkirakan mencapai 4,5 juta orang. Melintasi jalan arteri,  hingga jalur alternatif dan terutama jalan tol," ujar A. Koswara, Kepala Dinas Perhubungan Jabar.

Menurut Sekretaris Dinas Perhubungan Jabar Idat Rosana menambahkan kendaraan yang akan digunakan pemudik akan didominasi oleh kendaraan pribadi, baik mobil ataupun motor.  Mobil diprediksi akan mencapai 28,6 persen sementara motor sekitar 21,5 persen. Sisanya menggunakan kendaraan angkutan umum seperti bus kota (17,38 persen), kereta api (9,7 persen), pesawat (8,13 persen) dan sisanya lewat jalur laut/sungai.  Diperkirakan, pemudik dengan mobil akan memilih istirahat di rest area baik di dalam jalan tol atau jalan arteri. Sementara pemotor akan memilih istirahat di kawasan SPBU.

"Kami mengantisipasi penumpukan kendaraan saat istirahat, baik di rest area dan SPBU, agar tidak mengganggu lalu lintas," ujarnya.

Total personel Dishub, baik di tingkat Jabar hingga kabupaten/kota yang akan bertugas selama arus mudik dan balik mencapai sekitar 5.000 orang.  Personel akan diturunkan di jalur mudik hingga di posko-posko sepanjang jalur mudik di Jabar.

Dishub Jabar sendiri telah melakukan sejumlah antisipasi selama momen mudik, di antaranya menyediakan informasi terpadu angkutan Lebaran Si Manis dan menyiarkan secara langsung (live streaming) kondisi lalu lintas, melalui radio dan internet. Menyiapkan posko mudik di terminal  bandara, dermaga dan rest area dengan total 42 titik.

Baca juga: Imunisasi Bisa Menyelamatkan Lebih Dari 32 Juta Jiwa

Baca juga: Imunisasi Bisa Menyelamatkan Lebih Dari 32 Juta Jiwa

Lonjakan pemudik

Pemprov Jabar sudah menyiapkan langkah antisipatif terhadap lonjakan pemudik di tengah pandemi COVID-19. Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyebut 14,9 juta pemudik diperkirakan akan masuk wilayah Jabar. Sementara yang keluar Jabar mencapai 9,2 juta orang. Jumlah itu merupakan bentuk akumulasi warga karena sudah dua tahun mudik ditiadakan pemerintah mengingat kasus COVID-19 saat itu masih tinggi.

"Dari total 85,5 juta pemudik nasional, yang akan mudik ke Jabar sekitar 14,9 juta. Tentu kita terus siaga karena sudah dua tahun warga tidak mudik," ucap Kang Emil --sapaan Ridwan Kamil-- usai rapat koordinasi persiapan mudik lebaran 2022 bersama Forkopimda di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (19/04/2022).

Kang Emil menuturkan, untuk mengelola pergerakan massa sebanyak itu harus dilakukan secara terpadu dengan berbagai pihak. Pemda Provinsi Jabar menyiapkan 126 posko mudik tersebar di berbagai wilayah. Jumlah ini belum termasuk 337 posko yang disiapkan Polda Jabar yang akan hadir selama arus mudik-balik.

"Persiapannya ada 500 lebih posko sudah disiapkan oleh Pemprov dan Polda Jabar," ucapnya.

Untuk sistem manajeman arus mudik, sesuai arahan pemerintah pusat, tanggal 28, 29, 30 April 2022 arus lalu lintas dari arah Jakarta via tol ke arah timur ditetapkan menjadi satu arah. Sementara pemudik dari Bandung disarankan menggunakan jalur arteri atau nontol.

Kang Emil mengimbau kepada pemudik yang melintasi Jabar agar tidak semua menggunakan jalur utara. Sesuai arahan Menteri PUPR, jalur selatan Jabar agar bisa dimanfaatkan pemudik yang kondisi jalannya pun representatif sehingga bisa mengurai kepadatan di utara. Seperti diketahui, selain tujuan mudik, Jabar juga merupakan perlintasan mudik menuju Jateng dan Jatim.

"Agar tidak semuanya lewat jalur utara, kemarin Pak Menteri PUPR menyampaikan jalur Jabar selatan bisa mulai dipromosikan supaya tidak semua menuju arah timurnya lewat jalur utara," tutur Kang Emil.

Pihaknya juga menyiapkan sejumlah rest area di berbagai titik bagi pemudik berjarak jauh dengan durasi maksimal 30 menit. Selain untuk memulihkan stamina, rest area juga berfungsi untuk pemeriksaan kendaraan.  Namun, lanjutnya, bila semua pemudik berpikir akan mampir ke rest area untuk berbuka puasa maka dipastikan fasilitas tidak akan mampu menampung. Untuk itu Kang Emil mengimbau pemudik untuk menyiapkan mandiri makanan berbuka puasa di kendaraan masing-masing.

Kendati tahun ini pemerintah sudah kembali memperbolehkan mudik, namun protokol kesehatan COVID-19 tetap harus dijaga karena kasus masih ada. Kang Emil mengimbau pemudik sudah melakukan vaksinasi dosis lengkap. Khusus untuk pemudik asal daerah yang kasusnya tinggi, vaksinasi booster sangat disarankan.

Dinas Kesehatan Jabar pun menyiapkan sekitar 3.000 dosis vaksin untuk pemudik. Namun teknis penyuntikannya masih dibahas karena bila vaksinasi dilakukan di posko atau rest area khawatir terjadi KIPI (kejadian ikutan pasca imunisasi) yang berisiko bagi pelaku perjalanan.

"Jumlah vaksin disiapkan minimal 3.000 dosis, tapi yang paling aman adalah pemudik sudah vaksinasi penuh, karena kalau di rest area atau posko divaksin, kita khawatir ada KIPI yang nantinya malah membahayakan," kata Kang Emil.

Baca juga: Imunisasi Bisa Menyelamatkan Lebih Dari 32 Juta Jiwa

Baca juga: Imunisasi Bisa Menyelamatkan Lebih Dari 32 Juta Jiwa

Layanan vaksin saat mudik

Terkait penanganan mudik Lebaran 2022 tentang wacana pihak kepolisian untuk menyediakan layanan vaksin penguat (booster), Sekda Jabar Setiawan Wangsaatmaja mengatakan bahwa Pemprov Jabar akan mempertimbangkannya.

"Kita harus konsultasi terlebih dahulu dengan Dinas Kesehatan mengenai hal itu. Apakah memungkinkan pemudik melakukan vaksinasi di perjalanan" kata Setiawan usai Rapat Satgas COVID-19.

Cakupan vaksinasi COVID-9 di Jawa Barat sudah hampir mencapai 100 persen baik dosis pertama, maupun kedua. Data terakhir capaian total menunjukan sasaran masyarakat umum dosis pertama 94,56 persen, dan dosis kedua 80,11 persen.  Untuk lansia, dosis satu 92,70 persen, dan dosis kedua 76,99 persen. Sedangkan untuk anak-anak, dosis satu 94,42 persen dan dosis dua mencapai 77,18 persen. Rata-rata kecepatan vaksinasi 208.706 dosis per hari. 

"Namun kita tetap melakukan percepatan  vaksinasi untuk mencapai 100 persen dengan rata-rata kecepatan vaksinasi Jabar saat ini 208.706 dosis per hari" ujar Dewi Sartika, Ketua Harian Satgas COVID-19 Jabar, di Kota Bandung, Selasa (19/4/2022).

Sementara itu angka kasus aktif di Jabar juga terus menurun, saat ini berada di angka 1,25 persen, dan tingkat keterisian tempat tidur (BOR) di angka 2,00 persen. Selain itu untuk labeling kewaspadaan, sebagian besar Kabupaten/ Kota saat ini berada di level 2, dan tidak ada yang di level 3 atau 4.

"Ada 18 daerah yang masuk level 2, dan 9 daerah sekarang di level 1. Tentu ini dinamis ada yang turun level, dan ada yang naik" jelas Dewi.* (Bersumber dari siaran pers / TISHA S KANILAH)

Baca juga: Imunisasi Bisa Menyelamatkan Lebih Dari 32 Juta Jiwa

 

 

 

 

 


Editor: Ajeng
    Bagikan  

Berita Terkait