Cerita Legenda Gunung Semeru, Konon Disebut Puncak Abadi Para Dewa

Pendidikan —Rabu, 15 Nov 2023 15:59
    Bagikan  
Cerita Legenda Gunung Semeru, Konon Disebut Puncak Abadi Para Dewa
Gunung Semeru. (Unsplash / Adrian Hartanto)

DEPOSTBALI-, Peristiwa Gunung Semeru kembali terjadi pada awal Desember 2021 dan menarik perhatian nasional ke Lumajang dan Malang, Jawa Timur tempat dimana Gunung Semeru berada.

Dikutip dari berbagai sumber terdapat legenda Gunung Semeru yang diyakini oleh sebagian besar masyarakat tanah Jawa. Menurut kepercayaan masyarakat Jawa yang ditulis pada kitab kuno Tantu Pagelaran yang berasal dari abad ke-15, pada dahulu kala Pulau Jawa mengambang di lautan luas, terombang-ambing dan selalu berguncang.

Maka Para Dewa memutuskan untuk memakukan Pulau Jawa dengan cara memindahkan Gunung Meru yang berada di India ke atas Pulau Jawa yang menjadi cikal bakal dari Gunung Semeru.

Dewa Wisnu menjelma menjadi kura seekor-kura raksasa menggendong gunung itu dipunggungnya, sementara Dewa Brahma menjelma menjadi ular panjang yang membelitkan tubuhnya pada gunung dan badan kura-kura sehingga gunung itu dapat diangkut dengan aman.

Cerita legenda Gunung Semeru berlanjut, para dewa tersebut meletakkan gunung itu di atas bagian pertama pulau yang mereka temui, yaitu di bagian barat Pulau Jawa. Tetapi beratnya gunung itu mengakibatkan ujung pulau bagian timur terangkat ke atas.

Baca juga: Biji Mangga Dapat membantu Menurunkan Berat Badan? Ini Dia Penjelasannya

Kemudian mereka memindahkannya ke bagian timur pulau Jawa. Ketika gunung Meru terbawa ke timur, serpihan gunung Meru/Semeru yang tercecer menciptakan barisan pegunungan di pulau Jawa yang memanjang dari barat ke timur.

Akan tetapi ketika puncak Meru dipindahkan ke timur, pulau Jawa masih tetap miring, sehingga para dewa memutuskan untuk memotong sebagian dari gunung itu dan menempatkannya di bagian barat laut.

Penggalan ini membentuk Gunung Pawitra, yang sekarang dikenal dengan nama Gunung Penanggungan, dan bagian utama dari Gunung Meru, tempat bersemayam Dewa Shiwa, sekarang dikenal dengan nama Gunung Semeru.

Pada saat Sang Hyang Siwa datang ke pulau Jawa dilihatnya banyak pohon Jawawut, sehingga pulau tersebut dinamakan Jawa

Lingkungan geografis pulau Jawa dan Bali memang cocok dengan lambang-lambang agama Hindu. Dalam agama Hindu ada kepercayaan tentang Gunung Meru, Gunung Semeru dianggap sebagai rumah tempat bersemayam dewa-dewa dan sebagai sarana penghubung antara bumi (manusia) dan Kayangan.

Banyak masyarakat Jawa dan Bali sampai sekarang masih menganggap gunung sebagai tempat tinggal Dewata, Hyang, dan makhluk halus termasuk gunung Semeru.

Menurut orang Bali, Gunung Semeru atau Mahameru dipercayai sebagai Bapak Gunung Agung di Bali dan dihormati oleh masyarakat Bali.

Upacara sesaji kepada para dewa-dewa Gunung Mahameru dilakukan oleh orang Bali. Betapapun upacara tersebut hanya dilakukan setiap 8-12 tahun sekali hanya pada saat orang menerima suara gaib dari dewa Gunung Mahameru. Selain upacara sesaji itu orang Bali sering datang ke daerah Gua Widodaren untuk mendapat Tirta suci.

Baca juga: 5 Tips Cara Mendidik Anak Agar Kuat Mental yang Bisa Kamu Praktikan

Editor: Widya
    Bagikan  

Berita Terkait